LauraDanceFestival

Festival Tari Masih Tetap Eksis Meski di Tengah Pandemi

Festival Tari Virtual

Bandung, Jawa Barat – Pemda Kota Bandung berhasil menyelenggarakan Festival Tari Bandung secara virtual, Minggu (26/11/2020). Dalam pagelaran yang bisa kita lihat dari streaming youtube tersebut mempertunjukkan berbagai kesenian tari tradisional dengan tagar #kamimasihada. Penanda tagar itu serempak menjadi representasi luapan emosi para seniman di Kota Bandung pada masa pandemi Covid-19. Pemerintah tidak menginginkan kesenian budaya tradisional makin terkikis di masa pandemi. Acara berjalan dengan sangat lancar meskipunvirtual tanpa adanya penonton. Pertunjukkan Festival Tari Bandung tampil aktraktif dengan penataan cahaya yang memukau.

“Ini tak hanya sekedar festival tari saja, tapi jadi bukti bahwa seniman Kota Bandung masih tetap ada. Di tengah pandemi Covid yang menghantam ini, ternyata tak menghalagi para seniman untuk terus produktif berkaya. Sesuai dengan tema yang kami usung yaitu #kamimasihada,” terang rin, sapaan akrabnya.

Seniman yang terlibat dalam acara festival Tari Bandung ini sedikitnya puluhan oramg yang terlibat. Festival itu hasil kerja sama Pemerintah Kota Bandung lewat Dinas Kebudayaan dan Parawisata, Kampung Budaya UNPAD dan Kementian Dalam Negeri.

Bantuan Bagi Sanggar Tari

Dalam Festival Tari Bandung terdapat beberapa sanggar dari Kota Bandung yang menampilkan tarian tradisional seperti Tari Kunthul Blekok, Tarian Rebana, Tarian Geol Denok, Tarian Sekar Rinonce, Tari Manggar Warak, Tari Kalong, Tari Bintik, Tari Laskar Tirang. Tak hanya mementaskan tarian saja, kita juga bisa melihat penampilan tembang sinden Bandung khas sunda. Meskipun festival tari yang kita lihat kemarin lewat virtual, Bandung tetap mengutamakan protokol kesehatan sebagai bagian dari peraturan pelaksanaan. Tiap sanggar yang mengikuti acara itu menyambut baik ketentuan yang dikeluarkan pemerintah. Seperti penyampaian Rin, bahwa tepat sesaat pementasan dilaksanakan, Tim dari Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan pengecekan protokol kesehatan. Kemudian diberikan rekomendasi dari Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kota Bandung bagi yang lulus pengecekan kesehatan. Adanya protokol kesehatan sama sekali tidak menurunkan semangat mereka berlatih maupun pementasannya sekarang ini.

Penyaluran Kreatifitas Seniman

Kita perlu membanggakan hasil acara Festival Tari, karena di dalamnya tertuang kreatifitas para seniman dalam penyalurannya. Pagelaran ini mementaskan 11 tari kreasi baru yang bertemakan Kota Bandung. Ditambah dengan jumlah 5 sanggar karawitan dan 14 sanggar tari tradisional yang menjadi peran penting dalam acara itu. Sebagai komitmen menjaga ketentuan protokol kesehatan Covid-19, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mempertegas para seniman juga melewatinya.

“Festival Tari ini bukti kami bahwa Pemerintah tak berdiam diri saat pandemi. Kami masih berikan ruang bagi seniman tari tetap berekspresi melestarikan kesenian tradisional,” kata kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bandung Indriyani ketika melihat acaranya berjalan langsung.

Maka dari itu kita menggaungkan tagar #kamimasihada yang bisa juga diartikan bahwa institusi pemerintah masih memperhatikan seniman dan kebudayawan di kota Bandung. Serta mempertegas kita bahwa seniman budayawan masih tetap aktif dan eksis meski dalam kondisi sulit karena adanya pandemi. Bukan hanya ruang berekspresi, pemkot Bandung juga membantu tali asih terhadap sanggar tali dan karawitan yang ada dalam satu acara. Dengan adanya bantuan dari pemerintah ini berguna untuk lebih mendongkrak motivasi seniman dan budayawan dlam berkreasi.

Bantuan Tali Asih Pemerintah

“Kami menerima bantuan tali asih. Tak banyak, tapi bagi kami hal yang penting itu untuk para seniman suapay terus berkreasi walau kondisi ekonomi sedang sulit,” tambah Indriyani.

Penggarapan tata cahaya yang memukau membbuat pengelola sanggar tari semakin percaya diri. Penyuguhan sorotan tata cahaya membuat kita terkagum meskipun hanya bisa lihat dari streaming Youtube kemarin. Kita semua terpuaskan dengan hasil akhir pagelaran festival tari ini berkat kerjasama semua pihak. Tidak harus penonton saja yang merasa puas, mereka para penyelenggara acara ingin juga merasakan kepuasan dengan suksesnya acara. Rektor UNPAD Fakhri Rohman turut antusias menyodorkan tempat fasilitas demi kelancaran pagelaran Festival Tari Bandung. Rektor kampus kedepannya mempersilahkan para seniman untuk menggunakan area kampus dalam mengembangkan kreatifitasnya.

“Kalau tentang seni budaya, kami takkan pernah berkompromi lho. Silahkan saja pentaskan di sini, bisa di Kampung Budaya dan juga di Auditorium. Yang penting, saat ini tetap menerapkan protokan kesehatan,” ujar Fakhri.

Categories
Festival