LauraDanceFestival

Wabah COVID-19 dan Keberlangsungan Festival Tari Kecak di Bali

Masihkah Ada Festival Tari Kecak?

Wabah Pandemi Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia menimbulkan kekhawatiran tersendiri dari banyak pihak. Kekhawatiran ini karena banyak acara, kegiatan sampai dengan festival tari tertunda bahkan batal akibat wabah ini. Tentu saja ini menjadi persoalan serius terutama bagi seniman dan keberlangsungan tarian tradisional. Sebagai contoh saja festival tari kecak yang ada di Pulau Dewata Bali. Festival tari kecak di Bali terasa sekali dampak pukulan kerasnya akibat dari pandemi covid-19 ini. Banyak sekali aktivitas tari kecak yang biasanya berjalan namun saat ini tidak bisa berjalan seperti biasanya.

Namun, saat ini terdapat angin segar karena aturan baru pemerintah tentang new normal yang membuat festival tari kecak dapat berlangsung. Selain itu juga bagaimana pemerintah berusaha meningkatkan ekonomi negara yang jatuh melalui sektor pariwisata. Maka daripada itu festival tari kecak saat ini telah dapat berangsur-angsur kembali normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Festival tari kecak yang populer hingga mancanegara ini harus terus berlangsung. Hal ini karena untuk mempertahankan seni, kebudayaan, ekonomi dan bahkan para seniman yang menjadikan festival tari ini menjadi mata pencaharian mereka.

Festival Tari Kecak di Tengah Pandemi

Seperti yang telah kami sampaikan bahwa festival tari kecak harus terus berlangsung. Maka untuk menekan angka laju pertumbuhan Covid-19, setiap festival tari kecak harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Panitia festival lantas mencari cara supaya tarian kecak tetap berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Cara tersebut seperti mengatur gerakan tari supaya tidak berdekatan antar penari namun tetap menampilkan tarian yang indah. Selanjutnya juga jumlah penari akan berkurang serta durasi waktu tarian yang lebih ringkas. Begitu juga dengan para pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan juga mobilitasnya yang terbatas sehingga tidak terjadi kerumunan. Bahkan apabila Anda merasa khawatir tertular Covid-19, Anda dapat menyaksikan festival tari secara virtual. Oleh sebab itu festival tari kecak akan tetap bertahan walau di tengah pandemi Covid-19.

Daya Tarik Festival Tari Kecak

Tari kecak yang sangat populer hingga mancanegara tentu saja memiliki banyak daya tarik tersendiri. Daya tarik yang akan membuat siapa saja akan tertarik untuk dapat menyaksikannya. Daya tarik festival tari kecak antara lain seperti tariannya yang khas dengan unsur nilai semangat. Apabila Anda melihat festival tari kecak, maka perasaan kagum dan bersemangat tiba-tiba sangat terasa. Pembawaan puluhan penari pria yang bersemangat melalui teriakan lantang “cak…cak….cak” akan membuat bulu kulit Anda bergetar karena rasa kagum. Selain itu terdapat pertunjukan obor api yang gemerlap memadu selaras pada waktu senja. Hingga terdapat unsur peribadahan agama Hindu dalam tarian kecak yang dapat Anda saksikan.

Daya tarik itu semua yang menjadikan festival tari kecak selalu ramai oleh pengunjung baik lokal hingga dari mancanegara. Maka ada istilah yang mengatakan belum ke Bali jika Anda belum menyaksikan tari kecak. Hal ini karena tarian kecak sangat identik dengan pulau Bali. Oleh sebab itu apabila Anda berkunjung ke Bali jangan lupa untuk menyaksikan festival tari kecak yang menawan.

Lokasi Festival Tari Kecak Terbaik di Bali

Festival tari kecak di Bali memang sangat membuat kita semua terpukau saat melihatnya. Sebenarnya banyak sekali lokasi festival tari kecak di Bali. Namun kami akan memberikan beberapa rekomendasi tempat festival tari kecak terbaik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Lokasi pertama terdapat di daerah Uluwatu yang memiliki panggung tari kecak yang menawan. Hal ini karena panggung tari kecak terdapat di atas tebing terdampar pandangan lautan yang indah. Maka Anda akan menikmati tarian kecak, lautan juga sunset yang menawan. Lokasi terbaik selanjutnya ada di Taman Budaya GWK (Garuda Wisnu Kencana). Anda akan dapat menikmati tarian kecak yang menawan dengan latar patung GWK yang besar menjulang tinggi. Tentu saja ini akan sangat cocok bagi Anda untuk bersua foto atau hanya sekedar menikmatinya. Lokasi terakhir festival tari kecak terbaik ada di daerah Tanah Lot. Di sana Anda akan dapat menikmati tarian kecak dengan juga sensasi melihat matahari terbenam di waktu petang.…

Grebeg Suro: Penyelenggaraan Festival Tari Reog Terpopuler

Apa Itu Grebeg Suro?

Grebeg Suro merupakan waktu yang sakral bagi orang jawa. Setiap tanggal 1 Suro atau 1 Muharram banyak berbagai daerah yang terdapat peringatan grebeg suro. Maka setiap daerah tersebut memiliki ciri khas tersendiri dalam memperingatinya. Salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Ponorogo. Kabupaten Ponorogo terletak di provinsi Jawa Timur yang masih sangat kental akan budaya lokalnya. Hal ini seperti saat grebeg suro berlangsung maka akan ada Festival Reog Nasional (FRN). Festival Reog Nasional merupakan sebuah kompetisi antar kelompok seni reog dari berbagai daerah di Indonesia untuk dapat memperoleh kemenangan. Festival ini bertujuan untuk sarana pesta rakyat Ponorogo dengan hiburan pertunjukan reog selama satu minggu. Selain itu masih ada agenda lain perayaan grebeg suro seperti pawai lintas sejarah yang berupa kirab pusaka dan larungan sesaji. Perayaan Grebeg Suro ini menjadi salah satu jadwal kalender wisata menarik Jawa Timur yang syarat akan nilai budaya yang indah.

Apa Itu Reog?

Tarian reog merupakan proses tarian yang memiliki alur cerita sejarah. Reog terdiri dari lima pemain yang memiliki peran masing-masing. Pemain itu antara lain dadak merak sebagai simbol utama pertunjukkan yang memiliki makna keburukan. Selanjutnya Prabu Klonosewandono sebagai pahlawan yang mengalahkan simbol keburukan dadak merak. Serta para warok, jatilan dan bujang ganong sebagai abdi dari Prabu Klonosewandono. Alur pertunjukan ini pertama warok yaitu para pria gagah berpakaian hitam masuk untuk menari. Selanjutnya para jatilan yang biasanya wanita menunggangi kuda lumping menarikan tari jaran kepang. Setelah itu masuklah bujang ganong yang terkenal gesit dan tingkahnya yang lucu menemani sang Prabu Klonosewandono. Biasanya bujang ganong membawa pecut sakti sang Prabu. Prabu Klonosewanodo menarikan tarian yang memberikan simbol kegagahan dan kepahlawanan. Terakhir dadak merak berupa kepala singa yang diselimuti bulu merak yang memberikan peran keburukan. Akhir cerita Klonosewandono dapat mengalahkan dadak merak dan pertunjukan tarian ini pun telah usai.

Festival Reog Nasional

Reog yang merupakan jenis tarian tradisional yang sangat populer. Kepopulerannya bahkan membuat orang-orang berbagai penjuru dunia ingin melihat tarian ini secara langsung. Ketika anda dan orang-orang yang ingin melihat tarian reog secara langsung maka Festival Reog Nasional adalah jawabannya. Sebab festival ini merupakan acara tahunan rutin setiap tanggal 1 Suro dalam waktu seminggu. Festival Reog Nasional telah dilaksanakan sejak tahun 2004 dan berlangsung hingga saat ini. Anda akan dapat menikmati persaingan antar tarian reog dari berbagai macam daerah yang sangat mendebarkan. Puncak final acara ini terdapat pada malam 1 Suro. Suasana ketika festival reog yang berlangsung di alun-alun Ponorogo begitu meriah. Banyak terdapat orang berjualan makanan, baju, suvenir atau hanya sekedar berjalan kaki menikmati hiruk pikuk keramaian kota Ponorogo. Panggung utama di tengah lapangan alun-alun kota Ponorogo menjadi saksi bisu akan kemeriahan Festival Reog Nasional.

Sejarah Tarian dan Festival Reog

Tarian reog merupakan warisan kebudayaan lokal yang sangat indah. Prabu Kelonosewandono dari Kerajaan Bantarangin berkeinginan untuk memperistri putri Kerajaan Kediri Dewi Songgolangit. Dewi Songgolangit terkenal akan paras wajah yang menawan. Akan tetapi, Sang Dewi memberikan syarat kepada Prabu Kelonosewandono yang cukup sulit. Ia meminta Sang Prabu untuk membawa makhluk yang belum pernah ada di jagad raya ke Kediri. Juga harus dengan diiringi pasukan berkuda melalui jalan di bawah tanah. Latar kepahlawanan dan cinta Prabu Kelonosewandono kepada Dewi Songgolangit itulah yang menjadi kisah dari kebanyakan pertunjukkan Tari Reog Ponorogo. Maka tarian reog saat ini merupakan bentuk pokok versi Bantarangin yang telah ada dan perlu kita lestarikan bersama. Awal penyelenggaraan Festival Reog Nasional pada tahun 2004 merupakan bentuk kontribusi nyata pemerintah daerah untuk melestarikan kebudayaan tari reog. Hal itu bahkan berlangsung hingga saat ini dan menjadi agenda wajib dalam perayaan grebeg suro.

Kesimpulan

Reog yang merupakan tarian tradisional populer dan memiliki nilai magis menciptakan sebuah sisi menarik tersendiri bagi pecintanya. Tarian ini syarat akan budaya dan pertunjukan yang indah. Melalui Festival Reog Nasional, pemerintah daerah berharap tarian reog ini dapat semakin populer dan tetap lestari. Datanglah ke kota Ponorogo pada setiap perayaan grebeg suro apabila anda ingin menikmati pertunjukan reog secara langsung.…